Minggu, 07 Maret 2010
Business Process, Information Process, dan Management Acitivity
Penggunaan teknologi informasi dapat menunjang kegiatan operasional perusahaan bahkan meningkatkan efisiensi dan efektifitas dari perusahaan. Namun, penggunaan teknologi informasi ini harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya yang ada untuk mengoperasikannya. Tanpa dukungan dari sumber daya, terutama sumber daya manusia yang ada, penggunaan teknologi informasi ini akan menjadi sesuatu yang sia-sia. Secara umum, strategi dengan menggunakan IT dapat mempengaruhi perusahaan dalam hal efektivitas, efisiensi, dan inovasi dengan penghapusan, mengotomatisasi, peningkatan, dan membuka peluang proses-proses bisnis. · Cara IT mempengaruhi organisasi dengan : 1. Pengembangan produk baru atau jasa 2. Meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan 3. Memasarkan barang dan jasa 4. Teknologi menyediakan jasa di dalam aplikasi teknologi, analisis sistem, manajemen informasi dan sistim keamanan. 5. Fungsi-fungsi dari tiap komponen IT. 6. Objektif dari kemajuan teknologi untuk masing-masing IT komponen. 7. Dampak yang potensial terhadap bisnis dari teknologi baru. · Terdapat tiga jurus strategi yang harus diaplikasikan : Jurus yang pertama adalah pilihan strategi yang berorientasi pada product leadership (keunggulan produk). Perusahaan pada kategori ini selalu berupaya menciptakan produk-produk dengan kualitas premium, dan selalu one step ahead dibanding produk kompetitor. Mereka tak segan-segan mengeluarkan dana besar untuk bagian R & D-nya demi terciptanya produk yang ciamik. Intel yang terkenal dengan seri Pentium-nya mungkin contoh yang paling sempurna untuk kategori ini. Atau juga perusahaan-perusahaan adibusana seperti Louis Vuitton yang tenar dengan produk tas-nya. Dan tentu saja, kita mesti menunjuk BMW dan Ferarri, dua produsen otomotif yang selalu menciptakan produk-produk legendaris nan menawan.Jurus strategi yang kedua adalah pilihan yang berorientasi pada operational excellence (keunggulan operasional). Bagi perusahaan dalam kategori ini, yang paling utama adalah membangun proses bisnis yang super efisien. Harapannya, dengan efisiensi proses ini, mereka mampu menekan ongkos produksi, dan ujung-ujungnya bakal mampu menjual produknya dengan harga yang lebih kompetitif. Dell, perusahaan komputer asal Texas itu, merupakan sampel yang layak disebut dalam kategori ini. Dengan model dan proses bisnis yang amat efisien, mereka mampu menciptakan produk-produk desktop dengan harga yang lebih komptetitif dibanding para pesaingnya, semacam IBM dan HP.Jurus yang terakhir adalah pilihan strategi yang mengacu pada customer intimacy (keintiman dengan pelanggan). Bagi perusahaan dalam kategori ini, yang paling utama adalah membangun hubungan yang intim dengan para pelanggannya; dengan harapan akan tercipta relasi yang langgeng. Banyak perusahaan di bidang perhotelan dan juga penerbangan yang melakoni strategi ini demi membangun loyalitas para pelangggannya. Harley Davidson juga amat terkenal memiliki hubungan yang luar biasa intim dengan para pemakainya; sehingga mereka bisa membangun fanatisme yang amat intens dengan jutaan penggemarnya di seluruh jagat. - Implementasi Proses Bisnis Sistem Informasi Memahami keberadaan sistem informasi dalam kerangka bisnis perusahaan bukanlah merupakan suatu hal yang mudah. Cepatnya perkembangan bisnis dan perubahan yang terjadi memaksa perusahaan untuk menyusun strategi implementasinya, agar tidak terjadi suatu pengembangan sistem yang “tambal sulam” dan membahayakan perusahaan. Vince Barabba dari General Motors mengatakan bahwa diperlukan suatu kemampuan berfikir secara lateral (outside the box) untuk dapat memahami karakteristik dan peluang-peluang bisnis yang ditawarkan. Kemampuan untuk melakukan “learning” harus dimiliki oleh segenap stakeholders perusahaan, lebih dari hanya sekedar “knowing” mengenai perkembangan teknologi informasi. Berawal dari analisa klasik SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) yang dipadu dengan berfikir secara lateral, pemilik dan pengelola bisnis harus dapat menemukan berbagai peluang bisnis yang “mungkin” dimanfaatkan dengan kehadiran teknologi internet dan E-Commerce. Pertama, menentukan bagaimana seharusnya data dan informasi dapat didayagunakan untuk mencapai tujuan-tujuan perusahaan. Hal ini berarti, data dan informasi harus dapat digunakan sebagai sumber sekaligus focus dari kegiatan operasional bisnis sehari-hari, sekaligus sebagai bahan pendukung proses pengambilan keputusan di tingkat manajemen perusahaan. Oleh karena itu, teknologi informasi ada dan akan terus digunakan. Tujuan yang kedua adalah membandingkan pendayagunaan serta pengimplementasian teknologi informasi dengan perusahaan lain yang berada pada industri yang sama. Tentunya perusahaan yang dijadikan pembanding ini adalah perusahaan pemimpin pasar regional ataupun internasional. Jika hal ini tidak dimungkinkan, hal lain yang dapat dilakukan adalah dengan mengacu pada model-model industry best practice. Kunci dari prosedur pelaksanaan strategi adalah terletak pada proses bisnis (business processes). Dalam kerangka sistem proses bisnis system informasi jelas terlihat bahwa adanya aktivitas integrasi antara proses internal perusahaan dengan proses-proses organisasi lain yang menjadi mitra usahanya, seperti: pemasok, distributor, rekanan, vendor, maupun pelanggan. Yang harus dijalani dalam fase ini adalah mensimulasikan secara konsep, bagaimana proses bisnis system informasi dapat memberikan kontribusi terhadap penciptaan produk atau jasa yang dapat meningkatkan nilai dan kepuasan konsumen. Seringkali di dalam menentukan proses bisnis atau model bisnis yang diinginkan, perusahaan tidak harus selalu mulai dari nol. Pada kenyataannya telah banyak contoh-contoh proses bisnis handal (best practice) maupun model bisnis yang telah berhasil diterapkan oleh perusahaan-perusahaan lain yang dapat dengan mudah diadopsi. Contohnya adalah Ebay.com untuk model bisnis industri pelelangan, Amazon.com untuk industri distribusi buku dan media, Brainbench.com untuk industri sertifikasi training, dan lain sebagainya. Selanjutnya adalah menentukan komponen-komponen objek bisnis (modul aplikasi) yang diperlukan untuk membangun model bisnis tersebut
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar