Laman

Minggu, 03 Oktober 2010

peran audit si

Audit pada dasarnya adalah proses sistematis dan objektif dalam memperoleh dan mengevaluasi bukti-bukti tindakan ekonomi, guna memberikan asersi dan menilai seberapa jauh tindakan ekonomi sudah sesuai dengan kriteria berlaku, dan mengkomunikasikan hasilnya kepada pihak terkait.

AUDIT SISTEM INFORMASI ADALAH ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PENERAPANNYA PADA KANTOR AKUNTAN PUBLIK (KAP) DI INDONESIA
Ada beberapa aspek yang diperiksa pada audit sistem teknologi informasi: Audit secara keseluruhan menyangkut efektifitas, efisiensi, availability system, reliability, confidentiality, dan integrity, serta aspek security. Selanjutnya adalah audit atas proses, modifikasi program, audit atas sumber data, dan data file.

Tugas-tugas audit si:
1. Penugasan Audit
Tanggung Jawab, Wewenang dan Akuntabilitas
Tanggung jawab, wewenang, dan akuntabilitas dari auditor sistem informasi harus dinyatakan dengan jelas secara formal dan tertulis dalam piagam atau surat tugas audit sistem informasi serta disetujui secara bersama oleh auditor sistem informasi dan pemberi tugas.

2.Independensi & Obyektifitas
Independensi
Dalam berbagai hal yang berkaitan dengan audit sistem informasi, auditor sistem informasi harus menjaga independensinya, baik secara faktual maupun penampilan, dari organisasi atau hal yang diaudit.
Obyektifitas
Auditor sistem informasi harus menjaga obyektifitasnya dalam merencanakan, melaksanakan dan melaporkan audit sistem informasi.
3.Profesionalisme & Kompetensi
Profesionalisme
Auditor sistem informasi harus memenuhi berbagai standar audit yang berlaku serta menerapkan kecermatan dan ketrampilan profesionalnya dalam merencanakan, melaksanakan, dan melaporkan audit sistem informasi.
Kompetensi
Auditor sistem informasi, secara kolektif, harus memiliki atau memperoleh pengetahuan dan keahlian yang diperlukan untuk melaksanakan audit sistem informasi.
Pendidikan Profesi Berkelanjutan
Auditor sistem informasi harus meningkatkan pengetahuan dan keahlian yang diperlukan untuk melaksanakan audit sistem informasi melalui pendidikan profesi berkelanjutan.
4.Perencanaan
Perencanaan Audit
Auditor sistem informasi harus merencanakan audit sistem informasi dengan baik agar dapat mencapai tujuan audit serta memenuhi standar audit yang berlaku.
5.Pelaksanaan
Pengawasan
Staf audit sistem informasi harus disupervisi dengan baik untuk memberikan keyakinan yang memadai bahwa tujuan audit sistem informasi dapat tercapai dan standar audit yang berlaku dapat dipenuhi.
Bukti-bukti Audit
Dalam melaksanakan audit sistem informasi, auditor sistem informasi harus memperoleh bukti-bukti audit yang cukup, dapat diandalkan dan bermanfaat untuk mencapai tujuan audit sistem informasi secara efektif. Temuan dan kesimpulan audit sistem informasi harus didukung oleh analisis dan interpretasi yang memadai atas bukti-bukti audit tersebut.
Kertas Kerja Audit
Dalam melaksanakan audit sistem informasi, auditor sistem informasi harus mendokumentasikan secara sistematis seluruh bukti-bukti audit yang diperoleh serta analisis yang dilakukannya.
6.Pelaporan
Laporan Audit
Setelah menyelesaikan pelaksanaan audit sistem informasi, auditor sistem informasi harus memberikan suatu laporan audit sistem informasi dalam bentuk yang memadai kepada pihak-pihak yang berhak menerima. Laporan audit sistem informasi harus menyatakan lingkup, tujuan, sifat penugasan, temuan, kesimpulan, rekomendasi, indentitas organisasi, penerima dan batasan distribusi laporan, serta batasan atau pengecualian yang berkaitan dengan pelaksanaan audit sistem informasi.
7.Tindak Lanjut
Pemantauan Tindak Lanjut
Auditor sistem informasi harus meminta dan mengevaluasi informasi yang dipandang perlu sehubungan dengan temuan, kesimpulan dan rekomendasi audit yang terkait dari audit sebelumnya untuk menentukan apakah tindak lanjut yang layak telah dilaksanakan dengan tepat waktu.


tanggung jawab organisasi terhadap audit SI adalah:
1. Kebijakan SI mengandung aspek-aspek pengendalian internal control, yang diantaranya:
-Pemisahan fungsi, seperti: penjualan, keuangan, SDM dll
-Adanya struktur organisasi yang jelas

2. Telah di buat system prosedurnya

3. Buku pedoman tentang operasional dari SI itu sendiri, organisasi harus menyiapkan sehingga audit SI mudah untuk memeriksanya.

organisasi

Organisasi yaitu sekelompok orang (dua atau lebih) yang secara formal dipersatukan dalam suatu kerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Didalam organisasi diharuskan untuk bekerja sama dengan baik sehingga untuk mencapai tujuan yang ditetapkan akan lebih mudah diraih. Untuk mencapai tujuan itu kita harus mengorganisasikan tiap-tiap anggotanya dengan baik dan membuat struktur organisasi agar tiap-tiap anggota mendapatkan tugas, sehingga anggota dapat mengerti pekerjaan apa yang akan dilakukan.

Pengorganisasian yaitu merupakan fungsi kedua dalam Manajemen dan pengorganisasian didefinisikan sebagai proses kegiatan penyusunan struktur organisasi sesuai dengan tujuan-tujuan, sumber-sumber, dan lingkungannya. Dengan demikian hasil pengorganisasian adalah struktur organisasi. Sedangkan, Struktur Organisasi yaitu susunan komponen-komponen (unit-unit kerja) dalam organisasi. Struktur organisasi menunjukkan adanya pembagian kerja dan meninjukkan bagaimana fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan yang berbeda-beda tersebut diintegrasikan (koordinasi). Selain daripada itu struktur organisasi juga menunjukkan spesialisasi-spesialisasi pekerjaan, saluran perintah dan penyampaian laporan.

Tanggung jawab Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (selanjutnya dalam artikel akan disingkat CSR) adalah suatu konsep bahwa organisasi, khususnya (namun bukan hanya) perusahaan adalah memiliki suatu tanggung jawab terhadap konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan.

Rabu, 09 Juni 2010

business event driven IT application architecture

IT environments generate continuous streams of data for everything from monitoring financial markets and network performance, to business process execution and tracking RFID tagged assets. Oracle Complex Event Processing (Oracle CEP) provides a rich, declarative environment for developing event processing applications to improve the effectiveness of your business operations.

Support Event

hal-hal yang dapat menunjang kelancaran pelaksanaan prosesi pernikahan seperti pemandu acara/MC (seni intonasi suara, pengetahuan simbol-simbol dan makna yang terkandung dalam prosesi adat), musik (kaset atau live), soundsystem (kapasitas watt, operator, microfon kabel/wireless), panggung/stage.
contohnya: merekrut tenaga kerja yang baru

Business Event

Kegiatan Usaha dijelaskan semiformally (Informasi Kategori, referensi Struktur Data). Mereka telah diserahkan kepada mereka memicu Kegiatan Usaha
contohnya : proses pengembangan produksi

Event Driven Business Solution

an investment strategy of using many different investment strategies in reaction to various events. For example, if a merger is announced, a hedge fund may conduct transactions according to one strategy and, if the merger falls through, the fund may make transactions using a completely different strategy.

Organization Culture

The values, customs, rituals, attitudes, and norms shared by members of an organization, which have to be learnt and accepted by new members of the organization.

dys functional human behavior

perilaku pegawai dalam perusahaan yang muncul karena merasa tidak nyaman, terganggu atas perubahan yang terjadi di dalam organisasi dan menyebabkan gangguan bagi diri mereka sendiri atau kelancaran kerja organisasi.

Accounting, IT dan Business Solutions

IT membantu memudahkan proses audit & pemakaian SIA dimana kemudahan yg diberikan oleh IT menimbulkan peluang bisnis untuk menghasilkan solusi bisnis. Bagi organisasi pada era pengetahuan, kekuatan terletak pada bagaimana perusahaan bertahan, beradaptasi, dan berkompetisi di tengah-tengah kerasnya persaingan. Bahkan kekuatan pengetahuan sangat vital sifatnya bagi manusia mula-mula yang hidup di muka bumi, contohnya kemampuan manusia membuat api 790.000 tahun yang lalu, sebagaimana yang ditemukan oleh para arkeolog Israel baru-baru ini.hubungan yang ideal ketika sebuah perusahaan menerapkan konsep IT dalam perusahaannya dan uga mempunyai sebuah akuntan internal yang mengaudit kondisi perusahaan tersebut yang dimana juga menggunakan IT yang tersedia

Enterprise Resource Planning (ERP)

memungkinkan terjadinya kemajuan yang sangat besar dalam manajemen proses-proses manufakturing. dengan alat bantu komputer yang mengintegrasikan seluruh fungsi penjualan, produksi, akunting dan distribusi dengan sasaran untuk mengoptimalkan semua sumber daya: material, sumber daya manusia dan kapasitas mesin.

Executive Information System (EIS)

is a type of management information system intended to facilitate and support the information and decision making needs of senior executives by providing easy access to both internal and external information relevant to meeting the strategic goals of the organization. It is commonly considered as a specialized form of a Decision Support System (DSS)

Work in Process dengan Finished Goods

Work in Process it's consists of the unfinished products in production processes that are either being fabricated or waiting in a queue or storage. These unfinished products require storage space, represent capital investment and present a risk of expiration of the goods.

finished good is a completed part that is ready for a customer order. Therefore, finished goods inventory is the stock of completed products. These goods have been inspected and have passed final inspection requirements so that they can be transferred out of work-in-process and into finished goods inventory. From this point, finished goods can be sold directly to their final user, sold to retailers, sold to wholesalers, sent to distribution centers, or held in anticipation of a customer order.

Cash Management Policy

is used to explain levels of five dimensions of cash management policies in the American states. Results point to a predominant role for economics, political culture, and interest groups as the explanation for policy levels. Further, the explanations are, in many instances, curved and conditional.

Conversion Business Process

use of tools and labor to make things for use or sale. The term may refer to a range of human activity, from handicraft to high tech, but is most commonly applied to industrial production, in which raw materials are transformed into finished goods on a large scale.
while outsourcing their non-core areas of business to us, which in turn translates into increased productivity

Financial Instruments

kontrak antara entitas yang menimbulkan sumber daya keuangan (aset) untuk satu kesatuan dan kewajiban keuangan (kewajiban) atau ekuitas bunga untuk entitas lain. Financial Instruments dapat dasar seperti suatu piutang atau hutang

Downsizing

untuk memperbaiki profitabilitas melalui penurunan kapasitas, pemangkasan bisnis marginal, penguatan core business, serta tentu saja pengurangan biaya overhead perusahaan.

Worker Productivity

salah satu unsur utama dalam menentukan keberhasilan pelaksanaan suatu proyek konstruksi, tapi seringkali penggunaan tenaga kerja tidak efektif, seperti menganggur, mengobrol, makan, minum, dan merokok di luar jam istirahat, dan lain-lain.

Reengineering

pemikiran ulang fundamental dan disain ulang radikal suatu proses bisnis organisasi yang akan mengarahkan organisasi untuk mencapai peningkatan kinerja bisnis secara dramatis. perancangan ulang secara pada proses bisnis yang berjalan saat ini dengan penekanan pada pengurangan biaya dan waktu siklus agar terjadi peningkatan kepuasan pelanggan.

Payroll

merupakan salah satu bagian terpenting dalam manajemen perusahaan. Proses perhitungan gaji harus dapat dilakukan dengan cepat, tepat dan akurat. Untuk dapat melakukan administrasi penggajian yang baik diperlukan pengetahuan dan pemahaman yang komprehensif tentang administrasi penggajian.

Job Costing

aktivitas yang dapat anda lakukan untuk mencatat proses produksi barang jadi berdasarkan pesanan(job order. Aktifitas ini dilakukan untuk mencatat pemakaian barang untuk kepentingan sendiri dan mencatat pembebanan barang hilang atau rusak.

HRIS

HRIS(Sistem Informasi Sumber Daya Manusia) yaitu sebuah bentuk interseksi/pertemuan antara bidang ilmu manajemen sumber daya manusia (MSDM) dan teknologi informasi. sistem ini menggabungkan MSDM sebagai suatu disiplin yang utamanya mengaplikasikan bidang teknologi informasi ke dalam aktifitas-aktifitas MSDM seperti dalam hal perencanaan, dan menyusun sistem pemrosesan data

Rabu, 26 Mei 2010

Supplier History File

Perusahaan harus memiliki daftar pemasok (supplier) untuk masing-masing barang yang dibeli. Dalam hal ini perusahaan harus memasukkan semua pemasok yang ada untuk masing-masing bahan baku, termasuk untuk alternatif pemasok (second supplier).

Electronic Funds Transfers (EFT)

EFT is a way of getting money fast, without having to use paper money or a check delivered by post mail. In this age of communication and information, electronic funds transfers are a piece of cake. If a company wants to get its money quickly, EFT is the ideal solution

Virtual Private Networks (VPN)

jaringan yang dibangun dengan menggunakan kabel publik untuk menghubungkan node.
suatu cara untuk membuat sebuah jaringan bersifat “private” dan aman dengan menggunakan jaringan publik misalnya internet

macam2 kelemahan EDI

kelemahan EDI:
membutuhkan hardware/software khusus.
membutuhkan network seperti internet.
harus memakai dokumen yg legal.

macam2 kelebihan EDI

  1. Meningkatkan penjadwalan produksi.
  2. Pengaturan kas lebih baik.
  3. Meningkatkan pengaturan persediaan.
  4. Mengurangi biaya buruh.
  5. Meningkatkan informasi pada perubahan harga dan produk

Electronic Data Interchange (EDI)

EDI Adalah Metode untuk saling bertukar data bisnis atau transaksi secara elektronik melalui jaringan komputer.

Material Requirement Planning (MRP)

merupakan sistem informasi berbasis komputer yang didisain untuk memesan dan menjadwalkan permintaan (raw material, komponen dan sub assemblies) dengan cara yang terkoordinasi

Purchase Requisition

Merupakan dokumen permintaan barang atau jasa dari individual atau departemen yang berwenang dalam perusahaan. otorisasi untuk departemen pembelian untuk pengadaan barang atau jasa. Hal ini berasal dan disetujui oleh departemen yang membutuhkan barang atau jasa.

Vendor Performance Support

mendukung kinerja Vendor dapat menjadi sumber utama resiko Keamanan Informasi. Meskipun sistem yang mungkin memenuhi persyaratan fungsional, jika vendor tidak memiliki dukungan yang memadai misalnya pengaturan kantor di dalam negara yang sama, atau bahkan negara, Anda harus pertanyaan aspek ini sangat hati-hati.

Purchase Order

purchase order yaitu Sebuah kontrak penjualan ditulis antara pembeli dan penjual merinci barang yang tepat atau jasa yang akan diberikan dari satu vendor. It will specify payment terms, delivery dates, item identification, quantities, shipping terms and all other obligations and conditions. Ini akan menentukan syarat pembayaran, tanggal pengiriman, identifikasi barang, kuantitas, pengiriman persyaratan dan semua kewajiban lainnya dan kondisi.

Inventory Master File

sistem penyimpanan, pengorganisasian, pengelolaan data pada alat penyimpan eksternal, dengan menggunakan teknik organisasi data tertentu.

Warehousing Event

kumpulan data yang dirancang untuk mendukung pengambilan keputusan manajemen. Data warehouse berisi data yang berbeda-beda yang memberikan gambaran kondisi bisnis pada saat tertentu. Datawarehouse mendukung kemampuan melakukan query untuk mendukung pengambilan keputusan, data warehouse lebih mudah dipahami oleh customer dilihat kebutuhan informasi mereka dalam menaksir keadaan finansial, produk dan layanan, serta waktu untuk memasarkan produk dan layanan baru.

Remittance Advice

Sebuah dokumen yang menjelaskan pembayaran yang sedang dibuat. Para orang atau perusahaan yang membuat pembayaran kadang-kadang akan berisi pengiriman uang saran , yang seperti penerimaan pembayaran tersebut.

Shipping Notice (Bill of Lading)

Bill of Lading adalah Surat yang dikeluarkan maskapai pelayaran yang menerangkan bahwa ia telah menerima barang dari pengirim untuk diangkut sampai ke pelabuhan tujuan dan diserahkan kepada penerima; surat muatan mempunyai tiga fungsi yaitu sebagai perjanjian pengangkutan, tanda bukti penerimaan barang, dan tanda bukti pemilikan barang

Packing Slip

pengiriman dokumen thata, palet atau unit yang lebih kecil dan menggambarkan isi dan kuantitas, dan biasanya referensi nomor rangka atau nomor yang terlibat.

Picking Slip

secarik kertas yang menunjukkan barang yang telah dipesan. Slip picking digunakan oleh staf di gudang untuk memilih barang dan mengirimkannya kepada pelanggan. Biasanya, slip memilih disertakan dengan pesanan, sehingga pelanggan dapat memeriksa bahwa barang benar telah dikirimkan.

Writte-Off of Uncollectible Accounts Event

Penjualan di account yang tidak dapat dikumpulkan. Pelanggan (debitur) dapat pailit atau hanya menolak untuk membayar. Penjual yang mampu secara akurat memperkirakan tidak tertagihnya piutang memberikan beban pada periode dimana terjadi penjualan.

sales invoice

sales invoice adalah bukti penjualan
dokumen yang digunakan sebagai pernyataan tagihan yang harus dibayar oleh customer. Dalam bentuk sederhana dikenal dengan nama BON. Pada transaksi yang nominalnya relatif kecil, invoice digunakan langsung sebagai dokumen tagihan sedangkan pada perusahaan yang nominal transaksinya besar, biasanya dilengkapi dengan surat tagihan atau kwitansi.

sales order

Sales order adalah paket final yang akan dijual ke customer, meskipun bisa saja masih ada perubahan. Paket tadi mungkin akan dipecah-pecah lagi dalam beberapa sales order agar terlihat tidak terlalu kompleks dan lebih mudah dikontrol.

costumer order

customer order adalah data flow yang berasal dari customer yg berisi data customer, term pembayaran&condition, barang yang dipesan dan memacu terbuatnya sales order.

Selasa, 06 April 2010

Detective Control

Management may place significant reliance on. When the inspection is automated, the cost relative to alternative manual controls may justify at least a partial shift from preventive to detective. It also helps if the detection can be performed promptly, minimizing the delay between processing a transaction and detecting an error.

perbedaan Duties dengan Responsibilities

Duties and responsibilities go hand in hand. However, there is a fine line of distinction between the two. Duty is a task performed by a person out of his job profile, and responsibilities are obligations for which he is accountable. All duties may not be responsibilities, but all responsibilities are duties. For example, it is a manager's duty to manage the task, but it is not his responsibility to pay for someones mistake

Business Event Risk

Risk Management specialists identify, measure and assess the likelihood of certain events happening (everything from the everyday to the unthinkable), their potential impact should they happen – and devise ways to manage them. If it makes sense to manage actively such business risks - demand fluctuations, new product launches, brand valuations, asset prices, residual assets and liabilities, patent risks, political and weather risks, and so on - where should the "risk management" stop and plain old management start? Our second Expert Witness says that an analogy with how the reinsurance industry thinks through the sharing of risks might help sort out this conceptual tangle.

Checklist Control

The checklist contains the most critical points that should be verified during the construction of a high performance house. The
checklist is not a substitute for good design and good workmanship but can be a common point of reference and part of a minimum
standard of quality for high-performance construction.

Physical Control

Physical control is the removal of weeds by physical or mechanical means, such as mowing, grazing, mulching, tilling, burning or by hand. The method used often depends on the area of weeds to be managed, what the land is used for, physical characteristics and the value of the land.

Data Integrity

It is important that data adhere to a predefined set of rules, as determined by the database administrator or application developer. As an example of data integrity, consider the tables EMP and DEPT and the business rules for the information in each of the tables.

Audit Trail

The record of trading information identifying, for example, the brokers participating in each transaction, the firms clearing the trade, the terms and time of the trade, and, ultimately, and when applicable, the customers involved.

perbedaan Internal Control dengan Monitoring

Internal Control and Monitoring Oriflame's internal control procedures cover all units within the Group and include policies for measurement, acquisition and protection of assets, controlling the accuracy and reliability of reports, benchmarking between units to share best practice and ensuring compliance with defined guidelines

Monitoring something doesn’t means that you're controlling it. An IT support area can monitor the disk space of a server, but this same area could haven’t a procedure to defrag, clean or buy other disks if it's RAID or server have some problem.

Monitoring

monitoring adalah kegiatan yang dialkukan umtuk mengecek penampilan dari aktivitas yang sedang dikerjakan. Dengan pelacakan perubahan dalam kinerja, manajer dapat menyempurnakan operasi program untuk mencapai hasil yang diinginkan yang paling efisien dan efektif.

Internal Control

Internal control it's a Plan of organization and all the methods and measures used by a business to monitor assets, prevent fraud, minimize errors, verify the correctness and reliability of accounting data, promote operational efficiency, and ensure that established managerial policies are followed. Internal control extends to functions beyond the accounting and financial departments.

Risks, Opportunities, dan Controls

Technological progress is directed towards fulfilling human needs for development and progress. At the same time, the detriments or accidental risks arising from the use of specific technologies cannot be avoided. Risk-informed methods provide various qualitative and quantitative measures that can significantly support consistent decision making on managing accidental risks related to a specific technology across its entire life cycle.

Senin, 29 Maret 2010

Redundancy

Redundancy is one of the most traumatic events an employee may experience. Announcement of redundancies will invariably have an adverse impact on morale, motivation and productivity.
Redundant information is unneeded or duplicated information.

Prototype

In programming, a declaration of a function to the compiler indicating what types of parameters are passed to it and what value is returned. Description Function objects inherit from Function.prototype. Modifications to the Function.prototype object are propagated to all Function instances.

Foreign Key

an attribute that completes a relationship by identifying the parent entity. Foreign keys provide a method for maintaining integrity in the data (called referential integrity) and for navigating between different instances of an entity

Primary Key

A primary key uniquely identifies a row of data found within a table. Referring to the school system, the student identification number would be the primary key for the student table since an ID would uniquely identify each student.
Note that a primary key might not necessarily correspond to one specific attribute.

Normalisasi

Normalisasi merupakan cara untuk mencari / mengelompokan seluruh sifat yang berkenaan dengan objek/entitas
Masalah tersebut biasanya merupakan suatu ketidakkonsistenan (tidak normal) apabila dilakukan penghapusan (delete), pengubahan (update) dan pembacaan (retrieve) pada suatu basis data.

Cardinality Relationship

cardinality relationship is specified with the definition of each field if a child-element exists.
The essential features of the concept, as Cantor understood it, include 8542 words, I will give you just the first line - that a set is a grouping into a single entity of objects of any kind.

Diagram Entity Relationship (Diagram ER)

An entity-relationship model ( or E-R Model) is a detailed , logical representation of the data for an organization or for business area. The E-R Model is expressed in term of entities in business environment,the relationships (or associations) among those entities and the attributes (or properties) or both the entities and their relationships.

Context Diagram

A context diagram places the product line in the context of product users and other systems and depicts the important entities that affect the product line or are affected by the product line (for example, people, the physical environment, and other systems).

Data Flow Diagram

Data Flow Diagram (DFD) adalah alat pembuatan model yang memungkinkan profesional sistem untuk menggambarkan sistem sebagai suatu jaringan proses fungsional yang dihubungkan satu sama lain dengan alur data, baik secara manual maupun komputerisasi. DFD ini sering disebut juga dengan nama Bubble chart, Bubble diagram, model proses, diagram alur kerja, atau model fungsi.

Physical Design Phase

the Physical Design Phase is greatly improved by greater reliabillity of the interconnect modeling technology in order to capture true behavior, The technology in which the application will be developed must be conclusively determined before the Physical Design phase can begin.

Logical Design Phase

Logical design is what you draw with a pen and paper or design with Oracle Warehouse Builder or Oracle Designer before building your data warehouse.The team reviews the materials from earlier phases and begins the system design, identifying any additional system objects, determining operations and data structures for all objects, validating relationships and interactions between objects, and prototyping user interface objects

System Development Life Cycle (SDLC)

System Development Life Cycle (SDLC) methodologies are mechanisms to assure that software systems meet established requirement. For the purpose of discussion in this paper, SDLC methodologies are divided into two groups (traditional and lightweight).

Senin, 22 Maret 2010

Batch Time Process

A batch process is operated by moving the process through a set of steps. Each step requires different conditions in the process, and usually follows a pre-defined sequence or recipe.
Contoh: cara perusahaan kartu kredit proses penagihan

Real Time Process

A real-time system must respond to a signal, event or request fast enough to satisfy some requirement. Real time often refers to process control and embedded systems. For example, space flight computers must respond to changing conditions in order to keep the rocket ship on course

Balanced Scorecard

The Balanced Scorecard is a strategic management and measuring process used to help align specific business activities with an organization's strategy and vision. Developed by Dr. Robert Kaplan and Dr. David Norton, it is designed to also help communicate and measure goals and performance

Assets = Liabilities + Owner’s Equity

Assets are what a company owns, such as equipment, buildings and inventory. Claims on assets include liabilities and owners' equity. Liabilities are what a company owes, such as notes payable, trade accounts payable and bonds. Owners' equity represent the claims of owners against the business.

Audit dan Auditor

audit
The word audit has two meanings. The first is the security audit, whereby a consulting firm comes in and validates a companies security profile.

auditor
is an individual qualified at the state level to perform financial and accounting audits. An auditor examines, corrects and verifies the accuracy of financial accounts related to businesses, non-profit organizations and government agencies.

Posting

membuat atau memasukan tulisan-tulisan yang kita buat ke dalam website. dan postingan tersebut bisa dimasukan gambar maupun video.

enerally Accepted Accounting Principles (GAAP)

a collection of rules and procedures and conventions that define accepted accounting practice; includes broad guidelines as well as detailed procedures. GAAP includes the standards, conventions, and rules accountants follow in recording and summarizing transactions, and in the preparation of financial statements

Chief Finance Officer (CFO)

Chief Financial Officers Council (CFOC). The CFOC, established pursuant to Chief Financial Officers (CFO) Act of 1990 (Public Law 101-576), is an organization of the CFOs and Deputy CFOs of the largest Federal agencies, senior officials of the Office of Management and Budget and the Department of the Treasury who work collaboratively to improve financial management in the U.S. Government.

bentuk Financial Statement

Balance sheet.
The balance sheet shows the balance, at a particular time, of each asset, each liability, and owner's equity. It proves that the accounting equation (Assets = Liabilities + Owner's Equity) is in balance. The ending balance on the statement of owner's equity is used to report owner's equity on the balance sheet.

Income statement
also referred to as Profit and Loss statement (or a "P&L"), reports on a company's income, expenses, and profits over a period of time.Profit & Loss account provide information on the operation of the enterprise. These include sale and the various expenses incurred during the processing state.

Cash Flow Statement
Although traditionally the cash flow statement was not deemed to be that important, increasingly it is seen as vital to those analyzing the financial condition of a company. It shows the cash inflows and outflows of the customer

Accounting Cycle

Accounting Cycle is a series of accounting process which begins with the identification of an economic activity or transaction, recording of the economic activity and ends with the prepration of the financial statements. The process starts with making accounting entries for each transaction and goes through closing the books

Accounting Information System (AIS)

Accounting information system Accounting Information System, shortly called as AIS is defined as the system of records maintained by an organization to keep its accounting system. The course introduces you to
the people, technology, procedures, and controls that are necessary to
conduct internal and external e-business, with an emphasis on the
internal controls over such systems.

Minggu, 14 Maret 2010

Business Event

the event business offers a refreshing approach to delivering bespoke conferences and events, live brand experience and incentive travel.

With enthusiasm, a distinctive personal touch and friendly committed service, we represent and communicate your brand on message every time. We also offer a satisfaction guarantee that is unique in our industry.

If the example events are parsed (treebank) and a syntax tree is generated, the output can be represented as RDF/OWL triples after a simple summarization/annotation. Business events can then be extracted by applying pattern expressions on the underlying graph structure.

value chain porter

Michael Porter telah menggambarkan sebuah skema kategori umum terdiri dari tiga jenis strategi yang umum digunakan oleh perusahaan untuk mencapai dan mempertahankan keunggulan kompetitif. Ketiga strategi generik didefinisikan dalam dua dimensi: ruang lingkup dan strategis strategis kekuatan. Lingkup strategis adalah dimensi sisi permintaan (Porter ini awalnya seorang insinyur, kemudian seorang ekonom sebelum dia mengkhususkan diri dalam strategi) dan melihat pada ukuran dan komposisi pasar yang ingin Anda targetkan. Kekuatan strategis adalah sisi penawaran dimensi dan melihat pada kekuatan atau kompetensi inti perusahaan. Secara khusus ia mengidentifikasi dua kompetensi bahwa ia merasa paling penting: diferensiasi produk dan biaya produk (efisiensi).

Dia awalnya peringkat masing-masing dari tiga dimensi (tingkat diferensiasi, biaya produk relatif, dan ruang lingkup target pasar) sebagai salah satu rendah, sedang, atau tinggi, dan disandingkan mereka dalam matriks tiga dimensi. Yaitu, skema kategori ini ditampilkan sebagai 3 dari 3 dari 3 kubus. Namun, sebagian besar dari 27 kombinasi yang tidak layak.
Strategi Generik Porter

Dalam pada 1980 klasik Competitive Strategy: Techniques untuk Menganalisis Industri dan Pesaing, Porter menyederhanakan skema dengan mengurangi itu ke tiga strategi terbaik. Mereka adalah kepemimpinan biaya, diferensiasi, dan segmentasi pasar (atau fokus). Segmentasi pasar dalam lingkup sempit sedangkan kedua kepemimpinan biaya dan diferensiasi relatif luas dalam lingkup pasar.

Empiris penelitian mengenai dampak keuntungan strategi pemasaran menunjukkan bahwa perusahaan dengan pangsa pasar yang tinggi seringkali cukup menguntungkan, tapi begitu banyak perusahaan dengan pangsa pasar yang rendah. Perusahaan yang paling menguntungkan orang-orang dengan pangsa pasar moderat. Ini kadang-kadang disebut sebagai lubang di tengah masalah. Porter penjelasan dari hal ini adalah bahwa perusahaan dengan pangsa pasar yang tinggi karena mereka berhasil menerapkan strategi kepemimpinan biaya dan perusahaan dengan pangsa pasar yang rendah itu berhasil karena mereka menggunakan segmentasi pasar untuk fokus pada yang kecil tapi ceruk pasar menguntungkan. Perusahaan-perusahaan di tengah kurang menguntungkan karena mereka tidak memiliki strategi generic yang layak.

Menggabungkan beberapa strategi ini hanya berhasil dalam satu kasus. Menggabungkan strategi segmentasi pasar dengan diferensiasi produk strategi adalah cara yang efektif yang cocok dengan strategi produk perusahaan (sisi penawaran) dengan karakteristik segmen pasar target (sisi permintaan). Tapi kombinasi kepemimpinan seperti biaya dengan diferensiasi produk sulit (tetapi bukan tidak mungkin) untuk melaksanakan karena potensi konflik antara minimisasi biaya dan biaya tambahan nilai tambah diferensiasi.

Sejak saat itu, beberapa komentator telah membuat perbedaan antara kepemimpinan biaya, yaitu strategi biaya rendah, dan strategi biaya terbaik. Mereka mengklaim bahwa strategi biaya rendah jarang mampu memberikan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Dalam kebanyakan kasus perusahaan berakhir di perang harga. Sebaliknya, mereka mengklaim strategi biaya terbaik lebih disukai. Ini melibatkan memberikan nilai terbaik dengan harga yang relatif rendah.
Isi
[hide]

* 1 Biaya Strategi Kepemimpinan
2 Diferensiasi Strategi
2,1 o Varian di Strategi Diferensiasi
* 3 Fokus Strategi
* 4 Perkembangan terbaru
* 5 Kritik terhadap strategi generik
* 6 Lihat juga
* 7 Referensi

[sunting] Biaya Strategi Kepemimpinan

Strategi ini menekankan efisiensi. Dengan memproduksi volume tinggi dari produk standar, perusahaan berharap untuk mengambil keuntungan dari skala ekonomi dan kurva pengalaman efek. Produk ini sering kali tanpa embel-embel dasar produk yang diproduksi pada biaya yang relatif rendah dan tersedia untuk yang sangat besar basis pelanggan. Mempertahankan strategi ini memerlukan pencarian yang terus-menerus untuk pengurangan biaya dalam segala aspek bisnis. Strategi distribusi yang terkait adalah untuk mendapatkan distribusi yang paling luas mungkin. Strategi promosi sering melibatkan mencoba untuk membuat kebajikan dari fitur produk dengan biaya rendah.

Untuk menjadi sukses, strategi ini biasanya membutuhkan pangsa pasar yang cukup besar keuntungan atau akses khusus untuk bahan baku, komponen, buruh, atau beberapa masukan penting lainnya. Tanpa satu atau lebih dari keuntungan ini, strategi dapat dengan mudah menirukan oleh pesaing. Keberhasilan pelaksanaan juga memperoleh keuntungan dari:

* Proses keterampilan teknik
* Produk yang dirancang untuk memudahkan pembuatan
* Berkelanjutan akses ke modal murah
* Kerja pengawasan yang ketat
* Ketat kontrol biaya
* Insentif didasarkan pada target kuantitatif.

selalu memastikan bahwa biaya yang disimpan pada tingkat minimum yang mungkin.

Contohnya termasuk pengecer seperti Wal-Mart dan KwikSave serta perusahaan-perusahaan IT seperti Dell dan Lenovo.

Ketika perusahaan desain, memproduksi dan memasarkan produk dengan lebih efisien daripada pesaing perusahaan tersebut telah menerapkan strategi kepemimpinan biaya (Allen et al. 2006, hal.25,). Strategi pengurangan biaya seluruh biaya aktivitas rantai akan mewakili kepemimpinan biaya rendah (Tehrani 2003, p.610, Behesti 2004, hal 118). Upaya untuk mengurangi biaya akan menyebar melalui seluruh proses bisnis dari manufaktur ke tahap akhir menjual produk. Setiap proses yang tidak memberikan kontribusi terhadap basis minimalisasi biaya harus diserahkan kepada organisasi-organisasi lain dengan pandangan mempertahankan basis biaya rendah (Akan et al. 2006, hal.48). Biaya rendah akan memungkinkan perusahaan untuk menjual produk-produk yang relatif standar menawarkan fitur yang dapat diterima untuk banyak pelanggan terendah pada harga yang kompetitif dan harga murah seperti itu akan mendapatkan keuntungan kompetitif dan meningkatkan pangsa pasar (Porter 1980 dikutip oleh Srivannboon 2006, p.88; Porter 1979; 1987; 1986, Bauer dan Colgan 2001; Hyatt 2001; Anon 1988; Davidson 2001; Cross 1999 yang dikutip oleh Allen dan Helms 2006, hal.435). Tulisan-tulisan ini menjelaskan bahwa efisiensi biaya yang diperoleh dalam seluruh proses akan memungkinkan suatu perusahaan untuk mark up harga yang lebih rendah daripada kompetisi yang akhirnya menghasilkan penjualan tinggi karena kompetisi tidak bisa cocok seperti dasar biaya rendah. Jika basis biaya rendah dapat dipertahankan dalam jangka waktu yang konsisten akan menjamin peningkatan pangsa pasar dan laba stabil sehingga konsekuen dalam kinerja yang unggul. Namun semua langsung tulisan kita pada pemahaman bahwa keberlanjutan keunggulan kompetitif dicapai melalui strategi biaya rendah akan tergantung pada kemampuan pesaing untuk mencocokkan atau mengembangkan basis biaya yang lebih rendah daripada biaya yang telah ada pemimpin di pasar.

Sebuah perusahaan berusaha untuk mempertahankan basis biaya rendah dengan mengendalikan biaya produksi, meningkatkan kapasitas pemanfaatan, pengendalian pasokan bahan atau produk distribusi dan meminimalkan biaya lainnya termasuk R & D dan periklanan (Prajogo 2007, p.70). Produksi massal, distribusi massal, skala ekonomi, teknologi, desain produk, kurva belajar manfaat, tenaga kerja yang berdedikasi untuk produksi biaya rendah, mengurangi tenaga penjualan, pemasaran kurang pengeluaran akan lebih membantu perusahaan untuk utama basis biaya rendah (Freeman 2003, p.86; Trogovicky et al. 2005, p.18). Pengambil keputusan dalam kepemimpinan biaya perusahaan akan dipaksa untuk cermat meneliti dengan cermat biaya proses efisiensi perusahaan. Mempertahankan basis biaya rendah akan menjadi penentu utama dari strategi kepemimpinan biaya. Untuk kepemimpinan biaya rendah untuk menjadi efektif sebuah perusahaan harus memiliki pangsa pasar yang besar (Robinson dan Chiang 2000, p.857; Hyatt 2001 dikutip oleh Allen dan Helms 2006, hal.435). Pendatang baru atau perusahaan dengan pangsa pasar yang lebih kecil mungkin tidak mendapatkan manfaat dari strategi tersebut karena produksi massal, distribusi massal dan skala ekonomi tidak akan berdampak pada perusahaan-perusahaan tersebut. Kepemimpinan biaya rendah menjadi strategi yang tepat hanya untuk perusahaan besar. Pemimpin pasar dapat memperkuat posisi mereka dengan keuntungan yang diperoleh melalui skala dan pengalaman dalam strategi kepemimpinan biaya rendah. Tapi apakah mereka semua keunggulan dalam strategi biaya rendah daripada tipologi strategis lainnya? Dapatkah perusahaan yang mengadopsi strategi biaya rendah keluar melakukan perusahaan lain dengan strategi kompetitif yang berbeda? Jika biaya perusahaan cukup rendah mungkin akan menguntungkan bahkan dalam skenario yang sangat kompetitif sehingga hal itu menjadi mekanisme pertahanan terhadap pesaing (Kim et al. 2004, hal.21). Lebih lanjut mereka menyebutkan bahwa biaya rendah tersebut dapat bertindak sebagai hambatan masuk karena pendatang baru membutuhkan modal besar untuk menghasilkan barang atau jasa pada harga yang sama atau lebih rendah daripada pemimpin biaya. Sebagaimana dibahas dalam rangka akademis keunggulan kompetitif hambatan untuk meningkatkan persaingan akan konsekuen pada keunggulan kompetitif yang berkelanjutan dan dalam konsolidasi dengan tulisan-tulisan di atas kita dapat membentuk fakta bahwa strategi kompetitif dengan biaya rendah dapat menghasilkan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Namun, hal ini tidak benar dalam semua kasus.

Lebih lanjut dalam mempertimbangkan faktor-faktor tersebut di atas yang memfasilitasi perusahaan dalam mempertahankan basis biaya rendah; beberapa faktor seperti teknologi yang dapat dikembangkan melalui inovasi (disebutkan sebagai akumulasi kreatif dalam inovasi Schumpeter) dan beberapa sumber daya bahkan mungkin dikembangkan oleh perusahaan seperti jangka panjang membangun hubungan yang sehat dengan distributor untuk menjaga saluran distribusi yang efektif biaya atau rantai pasokan (ditiru, unik, berharga yang tidak disebutkan dalam sumber daya dialihkan RBV). Demikian pula skala ekonomi mungkin merupakan hasil akhir dari suatu komitmen yang dibuat oleh perusahaan seperti investasi modal untuk ekspansi (seperti dibahas dalam pendekatan komitmen). Juga hambatan untuk meningkatkan persaingan berdasarkan basis biaya rendah yang memungkinkan harga yang rendah akan menghasilkan posisi strategis kuat di pasar (dibahas dalam pendekatan struktural IO). Kekuatan yang signifikan ini sejajar dengan empat perspektif keunggulan kompetitif yang berkelanjutan yang disebutkan dalam bagian-bagian awal kajian literatur ini. Kepemimpinan biaya rendah dapat dianggap sebagai suatu strategi kompetitif yang akan menciptakan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan.

Namun, biaya rendah yang melekat pada kepemimpinan adalah suatu kerugian yang kurang loyalitas pelanggan (Vokurka dan Davis 2004, hal 490, Cross 1999 dikutip oleh Allen dan Helms 2006, p.436). Harga relatif rendah akan menghasilkan dalam menciptakan sikap negatif terhadap kualitas produk dalam pola pikir pelanggan (Priem 2007, p.220). Kesan pelanggan mengenai produk tersebut akan meningkatkan kecenderungan bergeser ke arah produk yang mungkin lebih tinggi dalam proyek harga tetapi kualitas gambar. Menimbang analitis dalam pandangan mendalam mengenai strategi biaya rendah, itu mencerminkan kemampuan untuk menghasilkan keunggulan kompetitif tetapi pengembangan dan pemeliharaan basis biaya rendah menjadi vital, menentukan tugas.

REAL Business Process Model

is a formal method of identifying and representing the essential charactersitics that collectively describe business processes and events.
Broadly the term 'business' in Business Process Model/Modelling/modeling is interchangeable with 'organisation'. Business Process Modelling is not only carried out in conventional businesses; the methodology is increasingly applicable to all sorts of other organisations, for example government agencies and departments, charities, mutuals and cooperatives, etc.

REAL Business Process Model Matrix

a spreadsheet or an array of entries set out by rows and columns that records the business functions that organizational units perform and which organizational units within the enterprise perform them.
After you complete the steps in this chapter, your initial graphical model will display preliminary information about what events happened, what kinds of resources were involved, and what roles are performed and who/what agents performed the roles

definisi model

Model adalah pola (contoh, acuan, ragam) dari sesuatu yang akan dibuat atau
dihasilkan (Departemen P dan K, 1984:75). Definisi lain dari model adalah abstraksi
dari sistem sebenarnya, dalam gambaran yang lebih sederhana serta mempunyai
tingkat prosentase yang bersifat menyeluruh, atau model adalah abstraksi dari realitas
dengan hanya memusatkan perhatian pada beberapa sifat dari kehidupan sebenarnya

kelebihan dari model

1. Meningkatkan kemajuan belajar

2. Mudah diterapkan dan tidak mahal

3. Pemahaman yang lebih mendalam

kelemahan dari model

1. Pengembang sering melakukan penundaan yang tidak perlu. Anggota tim harus menunggu anggota tim lain selesai mengerjakan tugasnya yang mempunyai keterkaitan dan ketergantungan tinggi.

2. Jika user sulit menyatakan semua kebutuhannya secara explisit, model ini sulit mengakomodasi
ketidakpastian itu

3. Jika ada kesalahan besar yang tidak terdeteksi sampai program yang bekerja tersebut dikaji ulang, bisa menjadi petaka.

manfaat dari model

manfaat dari model

1. menirukan sistem aslinya, tetapi dalam
suatu skala tertentu.

2. Mempermudah cara mempelajari dan training mengenai jaringan.

3. pemakaian menjadi lebih efisien dan lebih mudah

Data Repository

DATA REPOSITORY

data repository is a database of data about data (metadata). Data Repository is a logical (and sometimes physical) partitioning of data where multiple databases which apply to specific applications or sets of applications reside. For example, several databases (revenues, expenses) which support financial applications (A/R, A/P) could reside in a single financial Data Repository.
A logical partitioning of data where multiple databases that apply to specific applications or sets of applications reside.

Workflow

Workflow is a term used to describe the tasks, procedural steps, organizations or people involved, required input and output information, and tools needed for each step in a business process.
The aim of this initiative is to provide a conceptual basis for process technology. In particular, the research provides a thorough examination of the various perspectives (control flow, data, resource, and exception handling) that need to be supported by a workflow language or a business process modelling language.

linking business process

Linking business intelligence (BI) and business process management (BPM) create stronger operational business intelligence (OBI). Broad knowledge is required when a business process is modeled by a business analyst. We argue that existing Business Process Management methodologies do not consider business goals at the appropriate level. In this paper we present an approach to integrate business goals and business process models.

Minggu, 07 Maret 2010

Business Process, Information Process, dan Management Acitivity

Penggunaan teknologi informasi dapat menunjang kegiatan operasional perusahaan bahkan meningkatkan efisiensi dan efektifitas dari perusahaan. Namun, penggunaan teknologi informasi ini harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya yang ada untuk mengoperasikannya. Tanpa dukungan dari sumber daya, terutama sumber daya manusia yang ada, penggunaan teknologi informasi ini akan menjadi sesuatu yang sia-sia. Secara umum, strategi dengan menggunakan IT dapat mempengaruhi perusahaan dalam hal efektivitas, efisiensi, dan inovasi dengan penghapusan, mengotomatisasi, peningkatan, dan membuka peluang proses-proses bisnis. · Cara IT mempengaruhi organisasi dengan : 1. Pengembangan produk baru atau jasa 2. Meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan 3. Memasarkan barang dan jasa 4. Teknologi menyediakan jasa di dalam aplikasi teknologi, analisis sistem, manajemen informasi dan sistim keamanan. 5. Fungsi-fungsi dari tiap komponen IT. 6. Objektif dari kemajuan teknologi untuk masing-masing IT komponen. 7. Dampak yang potensial terhadap bisnis dari teknologi baru. · Terdapat tiga jurus strategi yang harus diaplikasikan : Jurus yang pertama adalah pilihan strategi yang berorientasi pada product leadership (keunggulan produk). Perusahaan pada kategori ini selalu berupaya menciptakan produk-produk dengan kualitas premium, dan selalu one step ahead dibanding produk kompetitor. Mereka tak segan-segan mengeluarkan dana besar untuk bagian R & D-nya demi terciptanya produk yang ciamik. Intel yang terkenal dengan seri Pentium-nya mungkin contoh yang paling sempurna untuk kategori ini. Atau juga perusahaan-perusahaan adibusana seperti Louis Vuitton yang tenar dengan produk tas-nya. Dan tentu saja, kita mesti menunjuk BMW dan Ferarri, dua produsen otomotif yang selalu menciptakan produk-produk legendaris nan menawan.Jurus strategi yang kedua adalah pilihan yang berorientasi pada operational excellence (keunggulan operasional). Bagi perusahaan dalam kategori ini, yang paling utama adalah membangun proses bisnis yang super efisien. Harapannya, dengan efisiensi proses ini, mereka mampu menekan ongkos produksi, dan ujung-ujungnya bakal mampu menjual produknya dengan harga yang lebih kompetitif. Dell, perusahaan komputer asal Texas itu, merupakan sampel yang layak disebut dalam kategori ini. Dengan model dan proses bisnis yang amat efisien, mereka mampu menciptakan produk-produk desktop dengan harga yang lebih komptetitif dibanding para pesaingnya, semacam IBM dan HP.Jurus yang terakhir adalah pilihan strategi yang mengacu pada customer intimacy (keintiman dengan pelanggan). Bagi perusahaan dalam kategori ini, yang paling utama adalah membangun hubungan yang intim dengan para pelanggannya; dengan harapan akan tercipta relasi yang langgeng. Banyak perusahaan di bidang perhotelan dan juga penerbangan yang melakoni strategi ini demi membangun loyalitas para pelangggannya. Harley Davidson juga amat terkenal memiliki hubungan yang luar biasa intim dengan para pemakainya; sehingga mereka bisa membangun fanatisme yang amat intens dengan jutaan penggemarnya di seluruh jagat. - Implementasi Proses Bisnis Sistem Informasi Memahami keberadaan sistem informasi dalam kerangka bisnis perusahaan bukanlah merupakan suatu hal yang mudah. Cepatnya perkembangan bisnis dan perubahan yang terjadi memaksa perusahaan untuk menyusun strategi implementasinya, agar tidak terjadi suatu pengembangan sistem yang “tambal sulam” dan membahayakan perusahaan. Vince Barabba dari General Motors mengatakan bahwa diperlukan suatu kemampuan berfikir secara lateral (outside the box) untuk dapat memahami karakteristik dan peluang-peluang bisnis yang ditawarkan. Kemampuan untuk melakukan “learning” harus dimiliki oleh segenap stakeholders perusahaan, lebih dari hanya sekedar “knowing” mengenai perkembangan teknologi informasi. Berawal dari analisa klasik SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) yang dipadu dengan berfikir secara lateral, pemilik dan pengelola bisnis harus dapat menemukan berbagai peluang bisnis yang “mungkin” dimanfaatkan dengan kehadiran teknologi internet dan E-Commerce. Pertama, menentukan bagaimana seharusnya data dan informasi dapat didayagunakan untuk mencapai tujuan-tujuan perusahaan. Hal ini berarti, data dan informasi harus dapat digunakan sebagai sumber sekaligus focus dari kegiatan operasional bisnis sehari-hari, sekaligus sebagai bahan pendukung proses pengambilan keputusan di tingkat manajemen perusahaan. Oleh karena itu, teknologi informasi ada dan akan terus digunakan. Tujuan yang kedua adalah membandingkan pendayagunaan serta pengimplementasian teknologi informasi dengan perusahaan lain yang berada pada industri yang sama. Tentunya perusahaan yang dijadikan pembanding ini adalah perusahaan pemimpin pasar regional ataupun internasional. Jika hal ini tidak dimungkinkan, hal lain yang dapat dilakukan adalah dengan mengacu pada model-model industry best practice. Kunci dari prosedur pelaksanaan strategi adalah terletak pada proses bisnis (business processes). Dalam kerangka sistem proses bisnis system informasi jelas terlihat bahwa adanya aktivitas integrasi antara proses internal perusahaan dengan proses-proses organisasi lain yang menjadi mitra usahanya, seperti: pemasok, distributor, rekanan, vendor, maupun pelanggan. Yang harus dijalani dalam fase ini adalah mensimulasikan secara konsep, bagaimana proses bisnis system informasi dapat memberikan kontribusi terhadap penciptaan produk atau jasa yang dapat meningkatkan nilai dan kepuasan konsumen. Seringkali di dalam menentukan proses bisnis atau model bisnis yang diinginkan, perusahaan tidak harus selalu mulai dari nol. Pada kenyataannya telah banyak contoh-contoh proses bisnis handal (best practice) maupun model bisnis yang telah berhasil diterapkan oleh perusahaan-perusahaan lain yang dapat dengan mudah diadopsi. Contohnya adalah Ebay.com untuk model bisnis industri pelelangan, Amazon.com untuk industri distribusi buku dan media, Brainbench.com untuk industri sertifikasi training, dan lain sebagainya. Selanjutnya adalah menentukan komponen-komponen objek bisnis (modul aplikasi) yang diperlukan untuk membangun model bisnis tersebut

information process

yang dimaksud dengan teknologi informasi adalah electronic based information technology yang dalam wujudnya hari ini dikenal sebagai komputer, internet, telepon rumah, telepon genggam, televisi, radio dan lain-lain.
Secara mudahnya teknologi informasi adalah hasil rekayasa manusia terhadap proses penyampaian informasi dari pengirim ke penerima